Informasi CSR

Pelaksanaan program CSR di Bank Papua merupakan komitmen untuk menciptakan harmoni dengan masyarakat dan lingkungan sekitar. Disamping itu juga sebagai kewajiban sebagai Badan Usaha Milik Daerah, untuk melaksanakan berbagai bentuk program Kemitraan dan Bina Lingkungan dalam rangka menjadikan Bank Papua menuju perusahaan yang berkelanjutan (sustainable company)

Kebijakan CSR

Dalam rangka mendukung peran Bank Papua dalam pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development), selain mencetak laba (earning), Bank Papua berkomitmen untuk terlibat aktif dalam pemenuhan kesejahteraan masyarakat (people) dan berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan (planet) melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR)) yang terintegrasi dengan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik. Komitmen Bank Papua tersebut sejalan dan mengacu pada ketentuan pemerintah terkait tanggung jawab sosial perusahaan, antara lain:

  1. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT)
  2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UU PM)
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1998 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil.
  4. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
  5. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Penanganan Fakir Miskin
  6. Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 13 Tahun 2012 tentang Forum tanggungjawab dunia usaha dalam penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.
  7. Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
  8. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 1/ POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.
  9. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Metode CSR

Strategi pelaksanaan CSR Bank Papua pada tahun 2019 dilaksanakan dalam bentuk 2 (dua) bidang program, yaitu:

  1. Program kemitraan
  2. Program Bina Lingkungan dengan pembagian kegiatan seperti pada gambar sebagai berikut:

Program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggungjawab Sosial Perusahaan (TSP) Bank Papua adalah Komitmen Bank Papua untuk membangun kualitas kehidupan masyarakat dan lingkungan sosial dimana Bank Papua berada yang dilakukan secara terpadu dengan kegiatan yang berkelanjutan melalui Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan.

Program Kemitraan Bank Papua adalah wujud kepedulian Bank Papua kepada masyarakat sekitarnya, terutama pengusaha Mikro dan pengusaha kecil serta kampung binaan dalam bentuk peningkatan dan penguatan kapasitas usaha, pengembangan sarana dan kelembagaan usaha serta kegiatan perluasan jaringan pemasaran dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan usaha agar menjadi tangguh dan Papua.

Program CSR Bank Papua

Dalam menjalankan seluruh kegiatan CSR perusahaan di sepanjang 2019, Bank Papua telah mengemas seluruh program CSR dengan perencanaan yang matang, bertanggung jawab, dan mengacu pada ketentuan dan regulasi yang berlaku di Indonesia. Secara umum, pilar-pilar Program CSR Bank Papua di sepanjang
2019 tetap mengacu pada 4 (empat) aspek yaitu:

Sumber Dana CSR

Untuk membiayai pelaksanaan program CSR, Bank Papua menganggarkan sejumlah dana dari anggaran biaya operasional perusahaan yang diperuntukkan bagi keperluan program CSR perusahaan. Pengalokasian anggaran CSR dianggarkan setiap tahunnya sesuai dengan rencana kerja yang disusun setiap tahunnya.

Pada tahun 2019, jumlah dana yang dianggarkan Bank Papua untuk menjalankan program CSR adalah sebesar Rp6.000.000.000 dan angka realisasi sebesar Rp3.436.346.777.

Alokasi dan Penggunaan Dana CSR

Titik berat pelaksanaan program CSR Bank Papua adalah pada :

a. Bantuan Korban Bencana Alam

Yang dapat didanai adalah bencana alam yang menurut penilaian bank membutuhkan bantuan bank.

b. Bantuan Pendidikan & Olahraga

Kriteria bantuan pendidikan diperuntukkan bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi dan tidak mampu, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Kepala Sekolah, Pimpinan perguruan tinggi dimana pelajar/ mahasiswa tersebut menuntut ilmu dan surat keterangan dari lurah/Kepala Desa bagi pelajar/ mahasiswa tidak mampu. Bantuan dimaksud dapat berupa bea siswa, maupun bantuan peralatan sekolah.

c. Bantuan Peningkatan Kesehatan Bagi Masyarakat Tidak Mampu

Peningkatan kesehatan diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu. Bantuan dimaksud berupa bantuan pengobatan berdasarkan surat keterangan tidak mampu dari Lurah atau kepala desa serta surat keterangan dari Dokter maupun Rumah Sakit.

d. Bantuan Peningkatan Prasarana dan/atau Sarana Umum

Peningkatan sarana dan Prasarana umum diperuntukkan untuk masyarakat luas. Bantuan berupa sarana penunjang bagi masyarakat umum.

e. Bantuan Sarana Ibadah

Bantuan sarana ibadah, baik berupa pembangunan sarana dan prasarana ibadah diberikan sesuai dengan tingkat kemampuan perusahaan.

f. Bantuan Pelestarian Alam

Bantuan pelestarian lingkungan dilakukan dalam bentuk penghijauan dan konservasi lingkungan.

g. Bantuan Kesejahteraan Sosial

Pemberian Bantuan Kesejahteraan Sosial kepada perseorangan, keluarga, kelompok dan/atau masyarakat yang memiliki kehidupan tidak layak secara kemanusiaan dan memiliki kriteria masalah sosial :

  • Kemiskinan.
  • Ketelantaran.
  • Kecacatan.
  • Keterpencilan.
  • Ketunaan Sosial dan Penyimpangan Perilaku.
  • Korban Bencana.
  • Korban Tindak Kekerasan, Eksploitasi dan Diskriminasi.

h. Program Kemitraan Bank Papua

Pemberian bantuan berupa peralatan, pelatihan dan pendampingan bagi usaha mikro, kecil dan menengah gunapeningkatan kesejahteraan masyarakat

Tata cara penyaluran dana program Bina Lingkungan dan Program Kemitraan Bank Papua diatur sebagai berikut :

  1. Bank Papua dalam hal ini Divisi Sekretaris Perusahaan dan atau bersama – sama dengan Kantor Cabang Bank Papua terlebih dahulu melakukan survei dan identifikasi sasaran dengan melihat kondisi dan kebutuhan di seluruh wilayah Bank Papua.
  2. Dalam hal permohonan bantuan melalui Kantor Cabang, maka Kantor Cabang wajib melakukan kajian terhadap permohonan tersebut serta berkoordinasi dengan Divisi Sekretaris Perusahaan, untuk selanjutnya diusulkan kepada Direksi Bank Papua.
  3. Khusus untuk bantuan bencana alam, Divisi Sekretaris Perusahaan dapat langsung mengusulkan dana bantuan kepada Direksi Bank Papua setelah melakukan survey di lokasi bencana alam dan tetap berkoordinasi dengan kantorkantor cabang Bank Papua di lokasi bencana
  4. Pencairan dana CSR Bina Lingkungan dilakukan pemindahbukuan dari rekening biaya CSR ke rekening penerima di Bank Papua dan/atau berupa barang.
  5. Pelaksanaan penyaluran Dana Program Bina Lingkungan dilakukan oleh Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Papua.

Pemanfaatan alokasi dana CSR Bank Papua sesuai prioritas mengacu pada SOP sebagai berikut: