FKDK BPDSI Wilayah Timur Dorong BPD Menjadi Regional Champion 2045

Ternate — Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI) Wilayah Timur sukses menggelar Seminar Nasional dan Rapat Kerja Wilayah di Kota Ternate, Maluku Utara, pada 28–29 Juli 2025. Bertempat di Bella Hotel Ternate, kegiatan ini menjadi panggung penting untuk menegaskan komitmen BPD seluruh wilayah timur dalam mendorong transformasi kelembagaan menuju Regional Champion 2045.
Dengan mengusung tema "Terompet dari Timur: Mendorong BPD Menjadi Regional Champion 2045", acara berlangsung selama dua hari dan diawali dengan welcoming dinner bersama Gubernur Maluku Utara pada malam sebelumnya, yang turut mempererat hubungan antarpemangku kepentingan BPD di kawasan timur Indonesia.
Seminar dibuka oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda, pejabat BPK, Kementerian Dalam Negeri, serta para Direksi dan Dewan Komisaris BPD dari seluruh Indonesia.
Koordinator FKDK BPDSI Wilayah Timur sekaligus Komisaris Independen Bank Papua, Victor Abraham Abaidata, dalam sambutannya menekankan bahwa kebangkitan ekonomi nasional harus dimulai dari daerah. “Terompet dari Timur bukan sekadar simbol, melainkan seruan nyata bahwa Indonesia hanya akan kuat jika daerah kuat. Dan daerah akan kuat jika BPD-nya juga kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum FKDK BPDSI yang juga Komisaris Utama Bank Maluku Malut, Nadjib Bachmid, menyoroti pentingnya transformasi menyeluruh BPD agar mampu menjadi lembaga keuangan yang tangguh secara keuangan dan teknologi, relevan, serta berpihak pada rakyat dan UMKM.
Seminar ini turut mengangkat sejumlah tantangan struktural yang dihadapi BPD, antara lain ketimpangan aset dengan bank-bank Himbara yang mencapai lebih dari Rp 6.000 triliun, sementara total aset gabungan BPD baru mencapai Rp 1.031 triliun. Ketimpangan ini diperparah oleh masih banyaknya kas daerah yang ditempatkan di bank Himbara, alih-alih di BPD.
Agus Fatoni, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri yang juga sebagai Pj Gubernur Papua, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat peran BPD. “Kemendagri sesuai arahan Bapak Menteri akan terus mendorong optimalisasi fungsi BPD sebagai pemegang kas daerah,” tegasnya.
Persoalan tumpang tindih regulasi antara UU BUMD/PP 54/2017 dan aturan perbankan nasional juga menjadi perhatian. Hal ini dinilai menghambat inovasi dan ekspansi pembiayaan produktif oleh BPD di daerah.
Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Rekomendasi Nasional oleh Komisaris Independen Bank Sulteng yang juga Bendahara FKDK BPDSI Wilayah Timur, Novi V.B. Kaligis. Ia menegaskan pentingnya afirmasi regulatif untuk mendorong kemajuan BPD. Rekomendasi tersebut meliputi: penyusunan kebijakan afirmatif dalam RUU BUMD yang adaptif bagi BPD, pembentukan pedoman tata kelola dan peran Dewan Komisaris, penguatan sinergi dan kolaborasi antar-BPD dan lembaga keuangan lainnya, serta transformasi digital dan inovasi layanan keuangan BPD.
Rekomendasi ini selaras dengan dukungan legislatif, seperti disampaikan Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda, yang menilai BPD memiliki potensi menjadi katalis pembangunan regional sekaligus penggerak utama transformasi ekonomi nasional.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan Deklarasi Ternate untuk BPD Regional Champion 2045 oleh Sekretaris FKDK BPDSI Wilayah Timur dan Komisaris Bank Sultra, La Ode Rahmat. Dalam deklarasi tersebut, para peserta menyatakan komitmennya: "Dari Ternate, kami meniup terompet perubahan: BPD harus menjadi pilar kemandirian daerah demi Indonesia yang maju, adil, dan berkelanjutan."
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH PAPUA
Divisi Sekretaris Perusahaan
Jl. A. Yani No. 5-7 Jayapura
No. Telp. (0967) 532011 Ext. 525
