RUPS BANK PAPUA 2025
PERTANGGUNGJAWABAN MANAJEMEN, SERTA KOMITMEN TRANSPARANSI DAN KINERJA BERKELANJUTAN
Jayapura, 20 Maret 2025 – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Papua 2025 dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Maret 2025, di Kantor Gubernur Provinsi Papua. RUPS tersebut dihadiri oleh seluruh pemegang saham Bank Papua, yang terdiri dari para pemangku kepentingan utama dalam pengelolaan bank daerah ini.
Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Papua, Yuliana D. Yembise, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung Bank Papua dalam menghadapi tahun 2024 yang penuh tantangan. “Bank Papua berhasil melewati kondisi usaha yang penuh ketidakpastian dan tantangan di tahun 2024. Kami dapat menunjukkan kinerja yang resilien, baik di tingkat peer group Bank Pembangunan Daerah (BPD) maupun dibandingkan dengan industri perbankan nasional,” ungkap Yuliana D. Yembise.
Dihadapan para pemegang saham, Yuliana menjelaskan Bank Papua menghadapi pengetatan likuiditas di pasar. Pada 2024, pertumbuhan aset mengalami sedikit penurunan sebesar 0,50%, menjadi Rp 32.115 miliar, dibandingkan tahun 2023 yang mencapai Rp 32.278 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh kondisi likuiditas yang ketat pada Triwulan IV 2024.
Namun, Bank Papua berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam penyaluran kredit, di mana total kredit pada 2024 tumbuh sebesar 11,25%, mencapai Rp 21.794 miliar, dibandingkan Rp 19.590 miliar di tahun 2023. Komposisi penyaluran kredit didominasi oleh Kredit Konsumsi yang mencapai Rp 12.218 miliar atau 56,05% dari total kredit yang diberikan pada tahun 2024.
Dalam hal pendapatan, Bank Papua mencatatkan pendapatan usaha yang tumbuh 0,48% dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan peningkatan laba bersih dan laba komprehensif. Meskipun Pendapatan Bunga terdepresiasi sebesar 3,10% menjadi Rp 2.313 miliar, pendapatan dari luar bunga tumbuh signifikan sebesar 31,74% menjadi Rp 362 miliar. Hal ini berdampak positif pada laba bersih Bank Papua yang mencapai Rp 453 miliar, meningkat 6,01% dibandingkan dengan Rp 427 miliar pada 2023. Pencapaian laba bersih ini merupakan rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir sejak 2020.
Disisi lain, total Dana Pihak Ketiga (DPK) pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp 24.714 miliar, terdepresiasi 3,72% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai Rp 25.669 miliar. Meskipun ada penurunan DPK, komposisi simpanan nasabah, terutama dalam bentuk Giro, tetap stabil.
Dari sisi rasio profitabilitas dan efisiensi, Bank Papua masih menunjukkan kinerja yang baik. Rasio Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 1,89%, Return on Equity (ROE) sebesar 10,94%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 7,19%, dan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) tercatat sebesar 78,28%. Rasio kredit bermasalah (NPL) Bank Papua juga menunjukkan tren perbaikan, dengan NPL gross tercatat sebesar 2,36% dan NPL nett sebesar 0,63%, yang keduanya lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah satu faktor kunci dalam pengelolaan Bank Papua adalah Rasio Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (KPMM). Pada akhir tahun 2024, KPMM tercatat sebesar 22,73%, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2023 yang mencapai 25,78%. Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) di tahun 2024.
Pada kesempatan yang sama, Pj Gubernur Papua Ramses Limbong dalam sambutannya menekankan perlunya mengawal Bank Papua agar tetap sehat dan berjalan sesuai fungsinya serta mendorong efisiensi operasional dan meminta evaluasi terhadap cabang yang berada diluar Tanah Papua.
“Kita harus mengawal Bank Papua agar tetap sehat dan berjalan sesuai fungsinya. Jangan sampai ada intervensi untuk kepentingan tertentu yang justru merugikan bank,” ujar Ramses
“Fokusnya harus di Tanah Papua, jangan sampai operasional tinggi tetapi tidak membawa keruntungan signifikan,”tambahnya.
Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, mengungkapkan pertumbuhan ekonomi di Papua Barat cukup signifikan berdasarkan data BPS. Namun, ia mengakui bahwa pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat.
"Oleh karena itu, kami mendorong Bank Papua untuk lebih berperan dalam pemberdayaan UMKM. Perluas juga akses modal bagi pelaku usaha kecil," ujar dia.
Lakotani memberikan empat saran kepada Bank Papua agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Pertama, penerapan tata kelola bank yang profesional, independen, dan berintegritas.
"Kedua, penguatan infrastruktur dan ketiga penguatan SDM yang memadai dari segi jumlah dan kualitas. Keempat, menjaga kepercayaan pemegang saham, nasabah, dan stakeholder lainnya," tutupnya.
Dengan pencapaian ini, Bank Papua optimis dapat menghadapi tantangan di masa depan dan terus berkontribusi bagi perekonomian daerah Papua.
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH PAPUA
Divisi Sekretaris Perusahaan
Jl. A. Yani No. 5-7 Jayapura
No. Telp. (0967) 532011 Ext. 525
